Sabtu, 10 Mei 2014

7 Masalah Kesehatan yang Dikeluhkan Ibu Usai Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Melahirkan si buah hati setelah sekitar 9 bulan dikandung tentu menjadi hal yang membahagiakan bagi seorang ibu. Kendati demikian, ada sejumlah hal terkait kesehatan yang dikeluhkan para ibu yang baru saja melahirkan. Berikut beberapa masalah kesehatan yang biasa dikeluhkan ibu usai melahirkan, seperti dipaparkan oleh Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (7/5/2014):
1. Bermasalah saat buang air kecil dan BAB 
Selama 24 jam setelah persalinan, banyak ibu yang mengalami kesulitan saat buang air kecil. Beberapa ibu sama sekali tidak merasa ingin buang air kecil sedangkan yang lain merasa ingin tapi tidak dapat melakukannya, dan ada pula yang bisa melakukannya tapi dengan disertai rasa nyeri dan terbakar. Kandung kemih sangat perlu untuk dikosongkan dalam waktu 6 sampai 8 jam setelah melahirkan untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih. Kalau untuk sulit buang air besar (BAB), sekitar 20 persen ibu yang baru melahirkan dapat menderita sembelit atau konstipasi. Namun bila ibu tidak dapat buang air besar dalam 2 hari setelah melahirkan masih tergolong normal sepanjang tidak ada gejala lain yang menyertai. Bagi ibu yang tidak bisa buang air kecil, ada baiknya minum air dalam jumlah yang cukup. Bisa dicoba pula duduk berendam di air hangat atau dengan mendinginkan menggunakan bungkusan es. Sedangkan untuk memperlancar BAB, cara yang bisa dilakukan antara lain makan makanan yang berserat dan banyak minum air, serta usahakan segera ke toilet jika merasa ada dorongan untuk BAB.

2. Wasir  
Keadaan ini bisa menyebabkan nyeri, gatal, panas, dan kadang berdarah. Seringkali ibu hamil mengalami wasir, terutama pada trimester (3 bulan) terakhir dari masa kehamilannya. Wasir atau ambeien disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada anus atau dubur. Pada waktu persalinan, terjadi tekanan keluar yang kuat pada anus, dan tekanan ini dapat memperparah wasir yang sudah ada atau membentuk wasir yang sebelumnya belum ada. Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak enak dan mempercepat penyembuhan wasir, yaitu: 1. Pertahankan keteraturan buang air besar supaya tidak terjadi sembelit (susah buang air besar, biasanya karena tinja yang keras) yang akan memperparah keadaan wasir. 2. Minum air dalam jumlah yang cukup dan konsumsi makanan yang berserat, seperti sayur dan buah-buahan. 3. Ibu dapat memilih untuk melakukan kompres panas atau dingin sesuai dengan kenyamanan masing-masing. 4. Tidur atau berbaring dalam posisi miring, dan hindari posisi telentang. 5. Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Gunakan bantalan yang empuk ketika duduk. "Wasir itu memang rentan terjadi usai melahirkan. Tapi biasanya ketika ibu terkena wasir, dokter akan cepat memberikan suntikan pengobatan wasir, jadi tidak perlu dioperasi lagi," ujar dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG dari RS Bunda, Jakarta, saat dihubungi terpisah. 
 
3. Sakit punggung 
Sakit punggung hampir pasti dialami oleh perempuan hamil, biasanya terasa 6 bulan setelah kelahiran anak. Jika saat hamil ibu kerap merasa sakit punggung, setelah melahirkan rasa sakit itu bisa tetap ada. Hal itu terjadi karena otot abdomen yang meregang tidak membantu otot punggung untuk menahan beban. Otot-otot yang masih lemah itu juga semakin terasa sakit karena ibu melakukan aktivitas yang membebani tubuh, seperti menggendong bayi. Untuk meredakan rasa sakit itu, hindari untuk mengangkat beban berat, susui bayi dengan posisi tubuh tegak, olahraga teratur, dan fisioterapi bila diperlukan. 
 
4. Osteoporosis 
Osteoporosis adalah hilangnya kepadatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang, biasanya terjadi di atas usia 30 tahun dan 40 tahun. Hubungan osteoporosis dan kehamilan dapat dipicu adanya kebutuhan kalsium yang lebih dari biasanya pada wanita hamil. Osteoporosis biasanya terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Pada masa itu, kalsium dalam tubuh diserap dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan kerangka tubuh bayi. Selain itu, kalsium juga banyak dikeluarkan tubuh melalui pembuangan urin yang frekuensinya sering pada wanita hamil. Setelah melahirkan, seorang wanita biasanya menyusui bayinya, pada masa ini, penyerapan kalsium dalam tubuh ibu menyusui juga terjadi dalam jumlah yang tidak sedikit. Osteoporosis pada kehamilan juga bisa terjadi karena faktor genetik. Cara untuk mengatasi osteoporosis: 1. Diet: minum susu rendah lemak, yogurt tanpa lemak, dan keju rendah lemak, sayuran berdaun hijau yang merupakan sumber kalsium. 2. Olahraga yang teratur 3. Suplemen: kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup konsumsi kalsium dalam diet mereka, sehingga suplemen merupakan hal yang dianjurkan. 4. Faktor gaya hidup: hindari merokok, minum alkohol, dan stres. 
 
5. Mastitis 
Mastitis adalah infeksi payudara menyebabkan rasa sakit dan demam. Penyebab utama mastitis adalah statis ASI dan infeksi. Statis ASI biasanya merupakan penyebab primer yang dapat disertai atau menyebabkan infeksi. Statis ASI terjadi jika ASI tidak dikeluarkan dengan efisien dari payudara. Hal ini terjadi jika payudara terbendung segera setelah melahirkan. Sedangkan infeksi terjadi ketika organisme yang paling sering ditemukan pada mastitis dan abses payudara adalah organisme koagulase-positif Staphylococcus aureus dan Staphylococcus albus. Escherichia coli dan Streptococcus kadang-kadang juga ditemukan. Cara untuk mengatasi mastitis: 1. Susui bayi segera dan sesering mungkin. 2. Jaga kebersihan sekitar puting dan payudara. 3. Jangan membersihkan puting dengan sabun. 4. Puting yang luka harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi. 5. Pilih bra khusus untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra yang terlalu menekan payudara.

6. Hernia 
Hernia adalah tonjolan yang muncul pada organ tubuh misalnya di dinding organ yang melalui rongga. Hal ini biasanya disebabkan karena dinding penahan ususnya lemah. Lemahnya dinding penahan ini bisa disebabkan beberapa hal, misalnya karena sudah tua, punya penyakit diabetes (kencing manis) dan penyakit sistemik seperti SLE. Selain itu juga karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah ketika mengedan saat proses persalinan. Penanganannya dapat dipasang cincin (ring) penyangga mulut rahim, atau dilakukan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula dan menutup lubang yang tidak normal. "Biasanya dicoba dulu dengan pemasangan ring penyangga mulut rahim yang turun agar tidak keluar melalui vagina. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi," terang dr Budi. Saat dihubungi terpisah, dr Ivan membenarkan hernia memang kadang terjadi pada ibu usai melahirkan. "Hernia yang terjadi itu biasanya di pusar ya. Kenapa? Karena di pusar itulah sisi di mana otot terbuka secara lebar saat masa kehamilan. Tapi jangan khawatir, biasanya juga akan tertutup kembali kok," ucapnya.

7. Depresi 
Depresi pasca kehamilan adalah salah satu masalah kesehatan emosional yang serius pada perempuan yang baru saja melahirkan. Penyebab yang pasti hingga kini belum diketahui, namun demikian, terdapat beberapa penyebab terjadinya depresi adalah: 1. Rendahnya atau ketidakpastian dukungan suami dan keluarga. 2. Keadaan atau kualitas bayi. 3. Tidak siapnya seorang ibu dalam menyambut kehadiran bayinya (kehamilan yang tidak diharapkan). 4. Adanya stressor (pemicu stres) bagi seorang ibu, baik yang berkaitan dengan kehidupan sosial maupun kejiwaannya. 5. Terdapatnya riwayat depresi sebelumnya atau masalah emosional lainnya pada seorang ibu. 6. Perubahan produksi hormon (progesteron, estrogen, prolaktin, dan kortisol) pada masa nifas. Sedangkan cara untuk mengatasi depresi adalah dengan cara: 1. Tidur atau istirahat yang cukup. 2. Jangan memaksakan diri untuk menjadi sempurna atau melakukan hal yang melebihi kemampuan. 3. Bicarakan dengan pasangan Anda dan orang-orang tercinta tentang apa yang Anda hadapi. 4. Bicarakan dengan dokter jika Anda memerlukan pengobatan atau terapi psikologis.  

Selamat Mencoba, Semoga Bermanfaat,  
Salam Sukses & Selalu Action! 
Sumber Zanel Farha Wilda - detikHealth

1 komentar:

Dara mengatakan...

ibu ibu setelah melahirkan, badannya harus dikembalikan ke kondisi semula dengan beberapa cara, rajin olah raga juga agar kencang dan elastisitasnya terjaga, tetap semangat

tUkeRAn LiNk YUK ?!

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Silahkan tambahkan sendiri Link Text para sobat dengan cara menulis nama dan alamat URL site ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Google News

SpONsOR