Senin, 07 April 2014

Budayakan 3M-Plus Agar Anda dan Keluarga Bebas Demam Berdarah

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah di ASEAN. Di Indonesia saja, kasus DBD masih fluktuatif di mana tahun 2013 jumlahnya meningkat menjadi 45 persen dari tahun sebelumnya 37 persen. Meskipun, jumlah kematian sudah bisa ditekan sampai 0,77 persen. 

Masih tingginya angka kejadian DBD akibat adanya beberapa kendala yakni kondisi lingkungan, perilaku masyarakat, dan belum tersedianya vaksin DBD, demikian dikatakan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. 

"Di lingkungan rumah supaya nyamuk nggak berkembang biak pasti butuh effort lebih caranya dengan tetap lakukan pemberantasan sarang nyamuk bekas galian, got, rawa, dengan membudayakan 3M-plus," kata Prof Tjandra di kantor Kemenkes, Jl.HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014). 

3M yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air. Sedangkan, 'Plus' adalah mencegah perkembang biakan nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa, mengatur ventilasi, serta pencahayaan di dalam ruangan. 

"Selain itu hindari menggantung pakaian, gunakan obat anti nyamuk, ganti air di vas bunga, ganti air minum kalau memelihara burung, pokoknya jangan sampai ada tempat untuk air menggenang," imbuh Prof Tjandra. 

Sejak tahun 2011, tengah dikembangkan vaksin DBD yang dilakukan di lima negara yaitu Vietnam, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Indonesia. Uji coba vaksin ini dilakukan sampai tahun 2016. Di Indonesia, uji coba dilakukan terhadap 2.000 anak di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Denpasar. 

Prof Tjandra berharap, jika vaksin dengue bisa ditemukan, bukan hanya Indonesia saja tetapi semua negara di dunia bisa menurunkan angka kejadian DBD sehingga angka kematian akibat DBD pun bisa menurun. 

"Tidak ada obat yang spesifik untuk mencegah atau mematikan virus dengue. Obat DBD lebih untuk daya tahan tubuh. Untuk isu DBD, bukan isu obatnya yang kita fokuskan tapi teknologi vaksinasi," tutup Prof Tjandra.  

Selamat Mencoba, Semoga Bermanfaat,  
Salam Sukses & Selalu Action! 
Sumber Radian Nyi Sukmasari - detikHealth

Tidak ada komentar:

tUkeRAn LiNk YUK ?!

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Silahkan tambahkan sendiri Link Text para sobat dengan cara menulis nama dan alamat URL site ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Google News

SpONsOR