Jumat, 04 Juli 2014

6 Fakta Kesehatan yang Sering Disepelekan Padahal Bisa Berakibat Fatal

Berbagai hal tentang kesehatan memang tak ada habisnya dibahas. Dalam keseharian, gangguan kesehatan yang dialami seseorang pun kerap dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat yang ternyata masih diragukan kebenarannya. Dikutip dari CNN, Kamis (3/7/2014), berikut ini beberapa fakta di dunia kesehatan yang bisa saja belum banyak diketahui masyarakat:
1. Jangan menatap matahari langsung 
dr Cindy Wang dari California Optometric Association mengatakan ia memiliki pasien usia 15 tahun dan mengaku tidka bisa melihat setelah menatap matahri selama lima menit. Akibatnya, lubang di retinanya terbakar dan ia pun buta. "Penyakit mata seperti degenerasi makula dan katarak bisa memperparah akibat paparan sinar matahari langsung. Oleh karena itu, selalu gunakan kacamata hitam saat Anda berada di luar untuk mencegah kerusakan mata kaibat sinar UV. Alternatif lain yaitu kacamata atau lensa kontak dengan lapisan perlindungan UV," terang dr Wang.

2. Mencabut Mr P sebelum ejakulasi tidak mencegah penularan HIV 
Tasha Kornegay, konselor kesehatan seksual mengatakan pemakaian kondom adalah bentuk hubungan seks yang aman untuk mencegah penularan HIV-AIDS. Sebab, HIV bisa ditularkan melalui cairan seksual termasuk cairan pre-ejakulasi. "Penting bagi Anda mempraktikkan seks yang aman. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, sebaiknya lakukan tes dan rajin berdialog tentang kesehatan seksual," kata Kornegay.  

3. Banyak makan serat tidak menyembuhkan sembelit 
dr Neville Bamji dari New York Gastroenterology Associates menuturkan overdosis serat justru memperparah sembelit. Memang, pada sembelit ringan, banyak konsumsi serat bisa membantu. Tapi dr Bamji menekankan banyak serat bukan obat untuk sembelit. "Serat bermanfaat menyerap air ke dalam usus dan meningkatkan massa tinja, tetapi tidak dicerna. Terlalu banyak serat justru menimbulkan efek samping seperti perut kembung, tidak nyaman, dan banyak gas. Jika mengalami sembelit, sebaiknya konsumsi obat pencahar,' terang dr Bamji. 
 
4. Jangan menunda melakukan tindakan medis 
dr Debra Jaliman, asisten profesor dermatologi di Mount Sinai School of Medicine mencontohkan kanker kulit yang bisa ditandai dengan munculnya tahi lalat, bila diremehkan bisa berujung pada kematian. Pasalnya, melanoma bisa dengan cepat menyebar ke organ utama. "Deteksi dini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa. Jika sudah ada diagnosa dokter, segera lakukan tindakan medis yang dibutuhkan. Operasi pengangkatan tahi lalat sebagai tanda melanoma bisa mengobati pasien sampai 95%," terang dr Jaliman. Ia menambahkan, pencegahan kanker kulit bisa dilakukan dengan melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebih yaitu menggunakan tabir surya. Atau, rutinlah memeriksakan kondisi kesehatan kulit ke dokter setidaknya setahun sekali. 
 
5. Rambut basah tidak menyebabkan pilek 
"Ada pasien saya yang mengeluh sakit tenggorokan dan pilek. Ia berkata gejala pilek mulai muncul sejak rambutnya basah dan tidak dikeringkan usai mandi," kata dr Leah Rothman, dokter osteopathic di San Fransisco. Menurut dr Leah, kepercayaan ini sama dengan menghindari cuaca buruk yang bisa mengakibatkan penyakit fatal seperti pneumonia. Padahal, bisa saja kurangnya terjaga kebersihan ketika beraktivitas seperti jarang cuci tangan membuta kuman akan mudah masuk ke tubuh. Sehingga, berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman pun mudah terjadi.

6. Olahraga sendirian tidak pengaruhi penuruan bobot 
Psikolog klinis, Brad Saks mengatakan masyarakat banyak yang percaya jika berolahraga sendirian akan lebih banyak bobot yang turun. PAdahal, tidak ada korelasi di antara keduanya. Saks justru percaya jika orang cenderung melebih-lebihkan jumlah kalori yang bisa mereka bakar. "Mesin olahraga bisa saja melebih-lebihkan kalori yang terbakar. Maksimum kalori yang terbakar dalam satu jam umumnya 200-250. Justru, semakin lama seseorang olahraga, mereka cenderung akan makan lebih banyak," jelas Saks.

 Selamat Mencoba, Semoga Bermanfaat,  
Salam Sukses & Selalu Action! 
Sumber Radian Nyi Sukmasari - detikHealth

Tidak ada komentar:

tUkeRAn LiNk YUK ?!

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Silahkan tambahkan sendiri Link Text para sobat dengan cara menulis nama dan alamat URL site ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Google News

SpONsOR