Jumat, 28 Juni 2013

Hiii, Ini Dia Infeksi-infeksi Paling Mengerikan Saat Ini

Dengan maraknya infeksi sejenis SARS yang muncul di Timur Tengah, sepertinya setiap orang harus makin waspada dan menjaga kesehatannya. Sebelumnya sebagai bentuk antisipasi, Dr. Daniel Caplivski, direktur Travel Medicine Program dan associate professor di divisi penyakit menular dari Mount Sinai Medical Center, New York City, memaparkan sejumlah infeksi paling berbahaya saat ini dan bagaimana menanggulanginya, seperti dilansir Foxnews, Jumat (28/6/2013). 

 1. Influenza 
Flu terjadi di belahan dunia manapun setiap tahunnya, tapi virus yang satu ini terlihat paling berbahaya ketika ada strain baru yang muncul seperti flu burung H7N9 yang baru-baru ini terjadi di Asia. Sejauh ini dilaporkan H7N9 telah menjatuhkan lebih dari 130 korban dan terbukti fatal bagi sepertiga pasien yang diopname akibat penyakit ini. "Strain baru membuat tubuh kesulitan untuk merespons dengan baik," kata Caplivski. "Oleh karena itu tiap kali kami melihat sesuatu yang baru maka kami khawatir ini akan menjadi pandemi. Apalagi jika strain ini punya kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang, kemudian karena perjalanan ke luar negeri, ini bisa jadi masalah besar," tambahnya. Meski penyebaran H7N9 tampaknya telah mereda, Caplivski menekankan bahwa para pakar akan terus memonitor virus ini. Sementara itu, metode perlindungan yang terbaik dari flu adalah dengan mendapat vaksin tahunan.  

2. Infeksi superbug yang resisten terhadap antibiotik 
Para pakar kesehatan di Amerika semakin khawatir dengan perkembangan superbug yang resisten terhadap antibiotik, karena bakteri ini tak lagi bisa merespons pengobatan antibiotik. "Bakteri makin tak mempan ketika diberi antibiotik biasa. Apalagi tak ada banyak antibiotik baru yang disetujui karena ini juga bukanlah solusi yang menguntungkan. Banyak produsen yang mengaku lebih diuntungkan ketika membuat obat penurun kolesterol atau berat badan," tandas Caplivski. Beberapa strain superbug yang paling mengkhawatirkan diantaranya CRE (carbapenem-resistant enterobacteriaceae), MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus) dan C. diff (Clostridium dificile). Masing-masing superbug ini berpotensi fatal bagi kebanyakan orang, terutama karena kurangnya obat yang tersedia untuk mengatasinya. Sebagian besar strain ini justru muncul di rumah sakit sehingga Caplivski mengingatkan pentingnya para dokter dan perawat untuk menjaga higienitas tangan dan perangkat kerjanya.  

3. TBC (tuberculosis) 
TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang biasanya menyerang paru-paru dan bisa menjadi fatal jika tak kunjung ditangani. Pada tahun 2011 CDC melaporkan bahwa kasus TBC di Amerika mencapai 10.528 kasus dan meski angkanya telah menurun sejak tahun 1992, tim dokter mengaku tetap khawatir dengan infeksi yang satu ini. "Kami juga kesulitan mencari dana untuk pengembangan obat bagi infeksi ini, padahal kami butuh obat-obat baru karena banyaknya strain TBC yang resisten," kata Caplivski. TBC juga masih menjadi masalah utama di negara-negara berkembang. WHO mencatat bahwa 8,7 juta kasus TBC baru dilaporkan terjadi di kawasan ini pada tahun 2011 dan 1,4 juta orang meninggal karenanya. "Tapi jika Anda benar-benar menyelesaikan pengobatannya, maka kemungkinan besar Anda akan sembuh. Tapi beberapa strain yang resisten yang kami lihat, terutama di Afrika Selatan tampaknya lebih sulit untuk diobati," timpal Caplivski.  

4. Virus MERS 
Sejak tahun lalu, 60 kasus virus MERS telah terdeteksi di penjuru dunia. Ini merupakan sebuah infeksi sistem pernafasan yang diklaim lebih mematikan daripada SARS. Meski sebagian besar kasusnya muncul di Arab Saudi, virus ini juga dilaporkan terjadi di Jordan, Qatar, Uni Emirat Arab, Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Tunisia. Belum sampai ke AS pun CDC telah mempersiapkan metode untuk melawan virus tersebut. Pasalnya berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 38 kasus kematian telah dilaporkan terjadi di penjuru dunia akibat penyakit ini. "Kami telah melihat penyebaran lewat udara (penerbangan) begitu cepat terjadi pada tahun 2003 (saat SARS mewabah). Saya kira pelajaran itu menjadi begitu penting dalam rangka mengantisipasi penyakit menular di seluruh penjuru dunia," ujar Caplivski. Beruntung menurut Caplivski meski MERS masih mengkhawatirkan, jumlah kasusnya tetap rendah.  

5. HIV 
Sampai saat ini 50.000 orang masih terinfeksi HIV di Amerika setiap tahunnya dan penyakit ini terus menjadi masalah utama di penjuru dunia, dengan tercatatnya 2,5 juta kasus baru pada tahun 2011. Bahkan sejak dimulainya epidemi HIV, CDC melaporkan bahwa hampir 30 juta orang meninggal dunia karena AIDS, yang disebabkan oleh infeksi HIV. Beruntung pengobatan untuk HIV juga terus berkembang. "Sekarang kita pun telah memiliki pil yang bisa diminum satu hari sekali. Efektivitasnya sangat kuat dengan efek samping yang minimal," ungkap Caplivski. Hanya saja berdasarkan data terbaru, dari 1,1 juta orang di Amerika yang hidup dengan HIV di akhir tahun 2009, 18 persen diantaranya tak tahu jika mereka telah terinfeksi. Artinya kesadaran untuk melakukan tes HIV masih sangat kurang. Hal ini tentu mempersulit diri mereka sendiri karena tak kunjung mendapatkan pengobatan.  

Selamat Mencoba Semoga Bermanfaat  
Salam Sukses & Selalu ActiON! 
Sumber Rahma Lillahi Sativa - detikHealth

Tidak ada komentar:

tUkeRAn LiNk YUK ?!

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Silahkan tambahkan sendiri Link Text para sobat dengan cara menulis nama dan alamat URL site ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Google News

SpONsOR