Senin, 12 Januari 2015

5 Bahaya Saat Berlebihan Minum Soda


Di tengah cuaca terik, minum soft drink alias minuman bersoda memang menyegarkan. Namun hati-hati, jangan berlebihan mengonsumsinya karena dalam jangka panjang bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Bukan hanya memicu kegemukan karena mengandung gula yang tinggi, minuman bersoda atau berkarbonasi juga terbukti meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Bahkan, beberapa penelitian mengaitkannya dengan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah. Berikut ini beberapa risiko kesehatan akibat mengonsumsi soda secara berlebihan, dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (11/1/2015).

1. Gagal Ginjal 
Riset terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menegaskan adanya kaitan antara konsumsi soda dengan risiko penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Konsumsi soda secara rutin tiap hari, dalam beberapa tahun bisa meningkatkan risiko hingga 6,45 kali dibanding jika tidak minum soda. Sementara itu, penelitian di Osaka University menunjukkan bahwa konsumsi 2 kaleng soda tiap hari berhubungan dengan risiko kerusakan fungsi ginjal sebagai filter. Kerusakan tersebut ditandai dengan proteinuria atau adanya protein dalam urine (air kencing).

2. Gangguan jantung 
Hanah Gardener, PhD, seorang peneliti dari University of Miami pernah mengungkap kaitan soda, khususnya yang berlabel diet soda, dengan stroke dan serangan jantung. Konsumsi diet soda setiap hari meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung sebesar 48 persen dibandingkan jika tidak mengonsumsinya sama sekali.
3. Kerusakan gigi 
Dengan pH atau kadar keasaman sebesar 3,2, maka soda bersifat asam. Bagi enamel atau lapisan terluar gigi, sifat minuman bersoda yang asam bisa memicu kerusakan. Penelitian di University of Michigan menunjukkan orang-orang yang mengonsumsi 3 kaleng soda tiap hari atau lebih cenderung mempunyai kesehatan gigi yang buruk.
4. Obesitas dan gangguan metabolisme 
Penelitian di University of Texas menunjukkan, 2 kaleng soda, khususnya yang berlabel diet soda, bisa meningkatkan lingkar pinggang hingga 500 persen. Pemanis buatan yang digunakan bisa mengganggu regulasi asupan gula dalam tubuh sehingga justru memicu makan berlebihan. Sementara pada 2008, penelitian di University of Minnesota menunjukkan 1 kaleng saja bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 34 persen.

5. Gangguan reproduksi 
Bahaya minuman bersoda tidak hanya terkandung dalam minumannya saja, kadang-kadang bahaya juga ada di kaleng pembungkusnya. Sebagai pelapis, kaleng-kaleng soda menggunakan senyawa Bisphenol A (BPA) yang banyak dikaitkan dengan gangguan hormon endokrin. Dampak utamanya adalah gangguan sistem reproduksi.  
 

Selamat Mencoba, Semoga Bermanfaat,  
Salam Sukses & Selalu Action! 
Sumber AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

3 komentar:

Tips Kesehatan mengatakan...

Ane sekarang dah jarang minum soda karena ane tau soda itu berbahaya

symb4h3 mengatakan...

@tips kesehatan... trimakasih atas kunjungannya sob..

hamdan haris mengatakan...

terima kasih sob
http://www.dhanhariz.esy.es/2015/02/profil-lengkap-negara-jerman-pul.html
http://dhanhariz.blogspot.com/
http://dhanhariz6.blogspot.com/2015/01/makalah-penjas-tentang-renang-pul.html

tUkeRAn LiNk YUK ?!

Silahkan tambahkan sendiri Link Banner para sobat dengan cara menulis alamat URL site dan alamat URL banner ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Silahkan tambahkan sendiri Link Text para sobat dengan cara menulis nama dan alamat URL site ke dalam kolom di bawah ini. Trims.

Google News

SpONsOR